APAKAH ADA KPI CLEANING SERVICE?
Indikator identik dengan Target dan standar, dalam menentukan kualitas yang diharapkan dalam suatu layanan sudah semestinya dibuat terlebih dahulu indikatornya atau KPI, banyak Pekerjaan misalnya dalam hal Pembersihan / Cleaning Service, temuan kurangnya kualitas masih menjadi problem besar dan sering terjadi, temuan menurunnya mutu kebersihan juga masih sering terjadi. kelengkapan alat kerja, fasilitas pendukung dan tenaga kerja juga sudah terpenuhi akan tetapi yang masih sering dijumpai pada saat evaluasi adalah kebersihan ruangan dan toilet atau ruangan lainnya masih sering didapatkan mutunya kurang atau tidak memuaskan.
Apa yang salah dari temuan yang berulang tersebut? dari analisa pengalaman selama ini adalah penyebabnya:
- Tidak adanya KPI alias Target yang disusun menyesuaikan dengan apa yang di inginkan, sehingga tidak ada tolok ukur yang akan dicapai.
- Ruang lingkup kerja dan inventori objek material yang akan dibersihkan tidak dicatat dan di hitung ( luasan, jumlah buah, dll) sehingga banyak objek objek yang semestinya dibersihkan akan tetapi terlupakan.
- Inisiatif, hal yang mendasar sebagai soft skill petugas tidak diberikan, sehingga inisitif sebagai tenaga kerja masih pada level yang sifatnya selalu menungu diperintah. hal ini perlu disosialisasikan.
- Pengendalian, Kontrol dari Pengawas dan lembar cheklist tidak konsisten dijalankan.
- Menentukan Mutu atau selera bersih dari setiap petugas dan pengawas masih pada kategori normal dan tidak ada keinginan untuk meningkatkan kearah kualitas skala tinggi. sehingga bersih yang norman dan biasa saja sudah diterima padahal masih bisa ditingkatkan.
- Jadikan KPI sebagai acuan, baik reward dan sanksi. sehingga KPI menjadi suatu alat tolak ukur dalam pekerjaan.
